Minggu, 27 Januari 2013

RINGKASAN PEMAPARAN MATERI MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Manusia dan Pandangan Hidup


A.    PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP

Manusia dan Pandangan Hidup
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Pandangan hidup timbul melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.
          Berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama
2.  Pandangan hidup yang berupa ideology
3.  Pandangan hidup hasil renungan

Pengertian Ideologi
Ideology berasal dari bahasa Yunani dan merupakan gabungan dari dua kata yaitu edios yang artinya gagasan atau konsep dan logos yang berarti ilmu. Pengertian ideology secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Dalam arti luas, ideology adalah pedoman normative yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nila dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi.

 
B.    CITA-CITA
Cita-cita adalah keinginan, harapan dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Cita-cita merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin dicapai oleh manusia melalui usaha. Apabila cita-cita itu tidak bisa terpenuhi, maka cita-cita itu sendiri di sebut dengan angan-angan.
Diantara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Ada 3 faktor yang mempengaruhi untuk mencapai cita-cita tersebut, yaitu :
1. Faktor Manusia
2. Faktor kondisi
3. Faktor tingginya cita-cita

C.   KEBAJIKAN
Kebajikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma agama dan etika. Manusia berbuat baik karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk yang bermoral dan beretika. Atas dorongan suara hatinya cenderung manusia untuk berbuat kebaikan.
Ada3 hal faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap manusia, yaitu :
1. Faktor pembawaan (heriditas), dimana telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
2. Faktor lingkungan, dimana mereka tinggal dan hidup dalam lingkungan yang baik maupun tidak baik.
3. Faktor pengalaman, yang khas yang pernah dialami sewaktu dia mulai hidup dan hingga sampai dewasa.


D.   USAHA / PERJUANGAN
Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan suatu cita-cita yang di inginkan. Setiap manusia harus bekerja keras demi kelangsungan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau perjuangan. Perjuangan untuk hidup itu sudah kodrat manusia, tanpa usaha atau perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna. Bila kita menginginkan sukses kunci nya kita harus berusaha dan berdoa. Berusaha dalam artian belajar dengan tekun, rajin dan giat.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan karena kemampuan terbatas itulah menjadi tolak ukur setiap kemakmuran antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. 

E.   KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan / kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup manusia adalah sebuah pemikiran yang mendasar dan mendalam terhadap suatu hal yang kemudian di anut untuk menjadi pedoman hidup mereka.
Menurut Prof. Dr. Harun Nasution ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran Naturalisme, aliran Intelektualisme, dan aliran Gabungan (Naturalisme dan Intelektualisme).
-   Aliran Naturalisme adalah hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan. 
-  Aliran Intelektualisme adalah dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir. 
-  Aliran Gabungan adalah dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatangaib Minya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.


F.   LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup yang berbeda walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimanapun bentuk suatu pandangan hidup itu tergantung pada diri kita sendiri. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan ada juga yang memperlakukannya sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
Pandangan hidup sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Mengenal
- Mengerti
- Menghayati
- Meyakini
- Mengabdi
- Mengamankan 

HAL-HAL POSITIF YANG DAPAT DITERAPKAN SEHARI-HARI ADALAH:
- DREAM, BELIEVE AND MAKE IT HAPPEN, tiga kata yang penuh makna yang harus kita miliki dan jangan takut untuk mengeksplorasikannya
- Selalu mengasah bakat/kemampuan yang kita miliki untuk mengetahui cita-cita kita kedepannya
- Jangan malu untuk maju dan mengeluarkan aspirasi
- Yakin dengan diri sendiri bahwa kita sudah maksimal dengan usaha untuk mewujudkan impian 
- Harus bisa menggunakan akal, pikiran, tenaga yang kita miliki secara maksimal
- Berbuat kebaikan kepada orang lain, karena kita hidup didunia ini sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain
  

HAL-HAL NEGATIF YANG HARUS DIJAUHI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI ADALAH:
- Berhenti bersikap cuek atau tidak peduli terhadap lingkungan sekitar
- Jangan menjadi pribadi yang berpikiran pendek, berpikirlah kedepan tentunya secara realistis untuk menentukan masa depan kita
- Jangan menjadi pribadi yang pasrah dengan keadaan, bangkitlah tunjukkan faktorX kita
- Berhenti menjadi manusia pecundang, mudah putus asa atau mudah menyerah
- Berhenti menjadi manusia yang otoriter yang hanya mau berkuasa tidak mau dituntun
- Berhenti berpikiran negatif terhadap orang lain, bercerminlah terhadap diri sendiri sebelum berkomentar
- Jangan melupakan iman atau kepercayaan yang kita miliki, kita harus jaga, pahami dan imani      



Kamis, 24 Januari 2013

Hasil Diskusi Manusia dan Pandangan Hidup



Hasil Diskusi Manusia dan Pandangan Hidup

Berikut postingan pertanyaan dan jawaban dari hasil diskusi tentang manusia dan kebudayaan (perkuliahan Ilmu Budaya Dasar, 12 Januari 2013)..

1.Sebutkan faktor internal dan eksternal untuk mencapai suatu usaha? (Desy Amalia)  
Jawab :    
*Faktor Internal
1. Kemauan dan harapan
2. Aktualisasi diri/pengembangan diri
3. Passion (hasrat)
4. Rasa optimisme
5. Persepsi tentang diri sendiri
6. Ketekunan
7. Prestasi

*Faktor Eksternal
1. Adanya motivasi (dorongan/dukungan)
2. Jenis dan sifat suatu usaha
3. Kelompok kerja/partner usaha
4. Situasi lingkungan
5. Sistem imbalan yang diterima
6. Kualitas objek pendukung
7. Achievment (Penghargan atas usaha yang telah dilakukan)

2. Jelaskan menurut anda tentang pola hidup konsumerisme? (Adam Tirta Putra)   

 Jawab : 
Konsumerisme merupakan ekspresi budaya dan manifestasi dari tindakan konsumsi. konsumerisme  mengacu pada sebuah hidup yang dipenuhi dengan konsumsi secara berlebihan sehingga berdampak negatif. konsumerisme merupakan sebuah pola hidup boros anak muda saat ini misalnya seperti hang out ke tempat-tempat yang dianggapnya berkelas dan gaul seperti cafe-cafe , pusat perbelanjaan, pusat rekreasi dll. Mereka melakukan itu semua tanpa mempertimbangankan dengan keadaan dan materi yang ada sehingga pengeluaran mereka lebih besar jumlahnya ketimbang pendapatan yang diperolehnya.

3. Bagaimana cara menengahi perbedaan pendapat antara orang tua dan anak? (Frensen Salim)   
Jawab :
Diskusikan masalah yang kita hadapi dengan orang tua secara baik-baik tanpa rasa emosional, dengarkan  perkataan orang tua secara saksama jangan langsung mengabaikannya saja, bisa menyaring pendapat sendiri tanpa terpengaruh oleh ajakan orang lain yang negatif, punya prinsip sendiri lalu dibicarakan dengan orang tua, jika orang tua melarang mungkin itu pilihan terbaik bagi kita. Jadi berpikiran positiflah jangan gegabah dalam mengambil suatu keputusan biasakan berkepala dingin menghadapinya.

4. Apa yang dimaksud dengan aliran intelektualisme? (Fieky Fansori)
Jawab :
Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal dan dengan akal manusia berpikir.


5. Apa yang dimaksud dengan aliran naturalisme? (Cindy)
Jawab :
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu berasalah dari Tuhan


6. Apa yang dimaksud dengan faktor pembawaan/heriditas serta berikan contohnya? (Nunik)   
Jawab :
Sifat yang berasal dari dalam diri sendiri yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam   kandungan contohnya: sifat seorang anak yang tidak lain tidak jauh menuruni sifat salah satu orang tuanya baik dari ayah/ibu, karena sudah ada prinsipnya bahwa "buah jatuh tidak jauh dari pohonnya".  Jadi jika seorang ayah memiliki sifat kasar dan tidak peduli terhadap orang lain dan ibunya memiliki  sifat baik maka bukannya tidak mungkin seorang anak tersebut akan menuruni sifat buruk ayahnya.



Minggu, 20 Januari 2013

RINGKASAN PEMAPARAN MATERI MANUSIA DAN PENDERITAAN

 Manusia dan Penderitaan 



A. Pengertian Penderitaan
            Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta yaitu dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia.
      Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bennakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya. Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan. 


B. Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani.Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.Siksaan yang sifatnya psikis misalnya:
1.  Kebimbangan: dialami seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan yang akan diambil.
2.  Kesepian: dialami seseorang yang merasa kesepian walaupun berada di lingkungan ramai.
3. Ketakutan: merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.
Sebab Seseorang Merasa Ketakutan diantaranya:
1. Claustrophobia : takut terhadap ruangan tertutup,
2. Agorophobia : takut terhadap ruangan terbuka,
3. Gamang : takut berada di tempat ketinggian,
4. Kegelapan : takut bila berada di tempat gelap,
5. Kesakitan : takut yang disebabkan rasa sakit,
6. Kegagalan : takut akan mengalami kegagalan.

C. Kekalutan Mental
Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.
Gejala-gejala permulaan seseorang mengalami kekalutan mental :
1. Nampak pada jasmani : merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
2. Nampak pada kejiwaan : rasa cemas, ketakutan patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahapan-tahapan gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan Si Penderita baik jasmi maupun rohani,
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negative,
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown).
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna,
2. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma, berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi,
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.


BENTUK-BENTUK FRUSTASI
1. Agresi : kemarahan yang meluap-luap akibat emosi tidak terkendali,
2. Regresi : kembali pada pola reaksi primitif atau kekanak-kanakan,
3. Fiksasi : pembatasan pada satu pola yang sama,
4. Proyeksi : memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain,
5. Identifikasi : menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imajinasinya,
6. Narsisme : merasa dirinya lebih superior daripada orang lain,
7. Autisme : gejala menutup diri secara total dari dunia riil, puas dengan fantasinya sendiri.
 
Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. Kota-kota besar,
2. Anak-anak muda usia,
3. Wanita,
4. Orang yang tidak beragama,
5. Orang-orang yang terlalu mengejar materi.


D. Penderitaan dan Perjuangan
             Penderitaan pasti di alami oleh setiap individu dan dikatakan sebagai kodrat manusia. Namun, jika individu tersebut tidak mencoba berjuang untuk bangkit dari keterpurukan, hanya depresi dan kekalutan yang akan terus dirasakan. Salah satu cara untuk terlepas dari keterpurukan adalah dengan optimis serta berjuang melewati keterpurukan tersebut dengan berusaha mengatasi kesulitan hidup. Tetapi, ingin berjuang untuk bangkit dari keterpurukan atau tidak, itu tergantung dari setiap individu itu sendiri yang mengalami penderitaan tersebut.
         Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, selelu berfikir positif, dan tetap bersemangat menjalani kehidupan, merupakan contoh-contoh tindakan untuk terlepas dari hal-hal atau dampak suatu penderitaan. Walaupun tidak mudah untuk bangkit dari penderitaan, namun jika terus berjuang, terus mencoba untuk bangkit pasti akan dapat terlepas dari dampak penderitaan tersebut.
                Berikut ini erupakan beberapa contoh foto-foto penderitaan yang dialami oleh seluruh masyarakat GAZA:
  
 
 
 


E. Penderitaan, Media Masa, dan Seniman
            Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya mensejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita. 
         Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Tetapi tak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.
              Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang. dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda di Condet, Meletusnya gunung galunggung,perang Irak-Iran. 
           Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikiaan dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu. 
F. Penderitaan dan Sebab- Sebabnya
         Berdasarkan sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat dirinci:          1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia :
• Perbuatan semena-mena kepada pembantu rumah tangga,
• Perbuatan buruk orang tua yang menganiaya anak,
• Perbuatan buruk para pejabat zaman orde lama,
• Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan : banjir dan tanah longsor, perbuatan lalai : gas beracun.
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
• Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan,
• Nabi Ayub mengalami siksaan Tuhan, tetapi dengan sabar menerima cobaan ini,
• Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah.
• Seorang anak yang dikutuk jadi ikan pari, karena melawan terhadap orang tuanya. 

G. Pengaruh Penderitaan
Sikap yang timbul pada orang yang mengalami penderitaan berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Contoh sikap negatif yaitu penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, duka, kesedihan, kekacauan hati dan fikiran ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalkan tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup. Pengaruh penderitaan juga dapat berupa perubaahn pola berfikir seseorang, perubahan tingkah laku, serta pandangan hidup seseorang. Tidak dapat dipungkiri jika suatu penderitaan yang di alami oleh setiap orang, masih banyak yang berpandangan bahwa penderitaan hanya membawa dampak buruk atau pengaruh buruk bagi mereka. Tanpa disadari jika mereka berusaha berfikir dan menggali makna dari penderitaan tersebut sebenarnya memiliki suatu arti berupa pelajaran bagi setiap individu tersebut.

HAL-HAL POSITIF YANG DAPAT DITERAPKAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI ADALAH:
1. Sabar dan lapang dada dalam menghadapi kesulitan apapun
2. Selalu menganggap bahwa masalah pasti memiliki sisi positif dan ada hikmahnya 
3. Tetap tenang dan berserah pada yang Kuasa
4. Harus bisa bangkit dari keterpurukan dan berprinsip never give up
5. Menggunakan akal pikiran dan perasaan secara seimbang
6. Lebih menjadi manusia yang tegar dan berkualitas setelah 'makan asam garam dunia'
7. Memiliki jiwa solidaritas yang tinggi terhadap sesama yang mengalami kesusahan
8. Selalu bersyukur atas kesulitan maupun kesenangan yang di berikan oleh yang Kuasa
9. Berpikirlah sebelum bertindak, karena apa yang akan kita tuai itulah yang akan kita dapat
10. Introspeksi diri dan makin mendekatkan iman pada Tuhan


HAL-HAL NEGATIF YANG HARUS DIJAUHI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI ADALAH: 
1. Jangan hanya menyalahkan Tuhan atas cobaan yang diberikan oleh-Nya, itu semua merupakan ujian untuk melatih ketahanan batin dan iman kita
2. Berhenti berpikiran pendek ketika menghadapi kesulitan, seperti bunuh diri, menjual diri dll
3. Berhenti perprasangka dan berpikiran bahwa kita adalah manusia yang paling terpuruk di bumi ini
4. Jangan selalu menilai bahwa kehidupan ini 'kejam' 
5. Tinggalkan sikap iri pada orang lain, lihat diri kita mana sisi negatif yang harus diperbaiki
6. Jauhilah perbuatan-perbuatan yang melenceng dari agama seperti berjudi, melawan orang tua dll
7. Jauhilah perilaku 'keluar masuk' tempat ibadah saja tanpa suatu ibadat secara khusuk
8. Berhentilah menganggap remeh orang lain, lihat diri kita apakah kita sudah sempurna
9. Berhenti mengatakan kalimat 'saya menyerah' atau 'saya sudah tidak kuat', ingatlah kita masih memiliki Tuhan yang selalu berada disamping kita
10. Berhenti bersikap tidak peduli terhadap diri kita maupun orang lain

Jumat, 18 Januari 2013

RINGKASAN PEMAPARAN MATERI MANUSIA DAN KEADILAN

Manusia dan Keadilan



A. Pengertian Keadilan
          Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
           Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
           Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

B. Keadilan Sosial
           Berbicara tentang keadilan, Anda tentu ingan dasar negara kita ialah Pancasila. Sila kelima Pancasila berbunyi : “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Keadilan dan ketidak adilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan atau ketidak adilan setiap hari.
Keadilan sosial mengandung arti memelihara hak-hak individu dan memberikan hak-haknya kepada setiap orang yang berhak menerima karena manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri dalam memenuhi segala kebutuhannya.

C. Berbagai Macam Keadilan
a. Keadilan Legal atau keadilan moral
           Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
b. Keadilan Distributif
           Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama.
c. Keadilan Komutatif
           Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat.

D. Kejujuran
           Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-erbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Barang siapa berkata jujur serta bertindak sesuai dengan kenyataan, artinya orang itu berbuat benar. Orang bodoh yang ujur lebih baik daripada orang pandai yang lancung.

E. Kecurangan
          Curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nurani.
          Kecurangan menyebabkan manusian menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat di sekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasanya tidak senang bila ada yang melebihi kekayaannya. Padahal agama apa pun tidak membenarkan orang yang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain, lebih pula mengumpulkan harta dengan cara yang curang. Hal semacam itu salam istilah agama tidak diridhoi Tuhan.

F. Pemulihan nama baik            Nama baik merupakan suatu pencapaian atau tujuan utama orang hidup. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya baik atau tidak tercemar nama baiknya. Lebih-lebih jika dia menjadi teladan bagi orang atau tetangga di sekitarnya adalah suatu kebangganan batin yang tidak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungan nya dengan tingkah laku atau perbuatan. Baik atau tidaknya nama kita bergantung kepada diri kita sendiri menyikapi dan menjalani kehidupan kita bersosialisai atau bermasyarakat di sekitar kita.
          Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.

G. Pembalasan
           Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

HAL-HAL POSITIF YANG DAPAT DITERAPKAN SEHARI-HARI KARENA RINGKASAN INI:
1. Jadilah manusia yang beradab yang taat akan nilai-nilai kemasyarakatan 
2. Menjadi pribadi yang sadar akan sikap dan perilaku nilai-nilai moral yang berlaku
3. Memperlakukan setiap manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya, sebagai makhluk Tuhan yang sama derajatnya
4. Melaksanakan hak dan kewajiban masing-masing secara jujur dan adil
5. Mengerjakan segala sesuatu selalu berdasarkan hati nurani yang bersih, agar kita dapat menuai hasil yang serupa


HAL-HAL NEGATIF YANG HARUS DIJAUHI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI KARENA RINGKASAN INI :
1. Jangan melakukan perbuatan korupsi, baik dalam skala kecil maupun besar
2. Jangan pernah mengambil hak milik orang lain berperilakulah sportif dalam apapun
3. Jangan berlaku diskriminatif antar umat beragama, karena perilaku diskriminatif akan merusak nama seseorang/kelompok didepan orang banyak
4. Jangan menjadi pribadi yang licik dan serakah dalam memperoleh suatu kekayaan atau kekuasaan
5. Jangan menilai segala sesuatunya hanya berdasarkan materi semata, nilailah secara sportif berdasarkan teori dan prakteknya.