Sabtu, 25 Mei 2013

KEHIDUPAN DI BUMI



Evolusi yang Terjadi Pada Mahluk Hidup

Teori evolusi adalah pendapat yang mengatakan bahwa terjadi perubahan secara perlahan dan makan waktu lama dalam kehidupan mahluk hidup. Perubahan itu tidak nampak apabila diukur dalam tempo hanya ribuan tahun, diperlukan waktu jutaan tahun agar perubahan bentuk nampak lebih jelas. Teori evolusi juga berpendapat bahwa organisme yang berbeda, secara genetik saling berkaitan atau dapat pula dikatakan bahwa species organisme akan berubah menjadi species lain.

Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam. Sementara itu, hanyutan genetik merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi.

Walaupun perubahan yang dihasilkan oleh hanyutan dan seleksi alam kecil, perubahan ini akan berakumulasi dan menyebabkan perubahan yang substansial pada organisme. Proses ini mencapai puncaknya dengan menghasilkan spesies yang baru. Dan sebenarnya, kemiripan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain mensugestikan bahwa semua spesies yang kita kenal berasal dari nenek moyang yang sama melalui proses divergen yang terjadi secara perlahan ini.


Beberapa pandangan mengenai evolusi, diantaranya:
1.      Anaximander (611-547 SM)
Bumi pada awalnya berupa lautan, beberapa bagian kemudian membeku menjadi daratan. Pada saat masih berupa lautan, semua kehidupan adalah aquatik. Selama masa transisi menjadi daratan, beberapa mahluk hidup termodifikasi sehingga dapat hidup di daratan. Masa transisi ini, pada manusia, meliputi masa “part-fish” dan “part-human” yang disebut mermen dan marmaid. Kemudian penampilan seperti ikan ini akan hilang pada manusia dewasa, tetapi pada pada masa embrio, bentuk seperti ikan ini ada selama beberapa periode perkembangan.

 
2.      Aristoteles (384-322 SM)
Benda-benda hidup berkembang makin sempurna karena pengaruh kekuatan tertentu, yakni entelechy, dan mahluk hidup di daratan berasal dari mahluk hidup di lautan.

3.      Charles Robert Darwin (1802-1882)
Dalam bukunya The Origin of Species by Means of Natural Selection or The Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life (1859), Darwin mengemukakan teori evolusi yang berbeda, yaitu bahwa yang menjadi dasar evolusi organik adalah adanya seleksi alam dan seksual.
Seleksi alam berupa “pertarungan” dalam kehidupan, yang kuat akan terus hidup. Misalnya rusa dengan tanduk yang besar dapat mengalahkan rusa bertanduk kecil dalam penguasaan daerah yang menjadi sumber makannya. Akibat populasi rusa bertanduk kecil akan menurun dan akhirnya habis karena kekurangan makanan.
Seleksi seksual wujudnya adalah bahwa yang kuat akan mengusir yang lemah sehingga yang lemah tidak memperoleh kesempatan untuk melanjutkan keturunannya.
Jadi secara garis besar gagasan Darwin tentang evolusi tersebut adalah:
a.       Species yang hidup sekarang berasal dari species yang hidup di masa lampau
b.      Evolusi terjadi karena seleksi alam dan seksual.

Sejarah Evolusi Manusia
Sejarah manusia dimulai dari primata cikal bakal kemudian dalam perkembangannya akan mengalami perubahan dari generasi ke generasi sampai perkembangan yang lebih baik seperti manusia zaman sekarang. Sejarah manusia yang berasal dari primata cikal bakal adalah sebagai berikut.

a. Primata. Pada tahun 1871, pendapat Darwin didasarkan atas adanya hubungan kekerabatan antara manusia dengan primata. Hubungan kekerabatan tersebut juga dapat dilihat antara manusia (Hominidae) dan orang utan (Pongidae). Di antara bentuk persamaan tersebut dapat Anda lihat struktur tubuhnya, antara lain:
  1. mata menghadap ke depan
  2. memilki kelenjar susu yang terletak di dada
  3. memiliki struktur, jumlah, dan macam kerangka yang sama
  4. organ darah mempunyai susunan kimia yang sama
  5. bentuk rahim dengan tipe simpleks

Selain persamaan di atas, juga terdapat perbedaan antara keduanya. Perbedaan tersebut dapat Anda lihat pada tabel dibawah.

Tabel Perbedaan Antara Manusia (Hominidae) dan Orang Utan (Pongidae)
Struktur Tubuh
Manusia (Hominidae)
Orang Utan (Pongidae)
Kedudukan tengkorak
Tepat di ujung tulang belakang
Sebelah depan ujung tulang belakang
Rahang
Berbentuk seperti huruf V
Berbentuk seperti huruf U
Ukuran dan tinggi sama
Ukuran dan tinggi tidak sama
Tulang belakang
Tegak dan kuat
Bengkok
Tangan
Lebih pendek dari kaki
Lebih panjang dari kaki
Kaki
Untuk berjalan
Untuk berjalan dan memegang
Ibu jari kaki
Tidak dapat bergerak bebas
Dapat bergerak bebas
Pelvis
Lebar dan kuat
Sempit dan memanjang


b. Manusia purba. Fosil manusia purba ditemukan di berbagai tempat. Penemuan tersebut dapat menunjukkan suatu perbandingan dan mengetahui perkembangan evolusi yang terjadi. Di antara penemuan yang ada adalah yaitu, Manusia Jawa. Fosil manusia Jawa ditemukan oleh Eugene Dubois, yang merupakan ahli anatomi dan geologi dari Belanda. E. Dubois menemukan fosil tersebut di daerah Trinil, Jawa Timur pada tahun 1894. Pada tempat yang berbeda ditemukan pula manusia Jawa jenis lain. Penemuan ini dilakukan oleh C.R. Von Koenigswald di daerah Mojokerto dan Sangiran. Hasil penemuan Koenigswald tersebut diberi nama Pithecanthropus erectus. Manusia Jawa yang ditemukan tersebut memiliki ciri-ciri antara lain:
1) dapat berdiri dan berjalan dengan dua kaki;
2) memiliki volume otak kurang lebih 770 – 1000 cm3;
3) dapat berkomunikasi dengan berbicara;
4) dapat membuat alat berburu dan menggunakan api;
5) hidup kurang lebih 500.000 s.d. 300.000 tahun yang lalu.


c. Manusia Modern. Manusia modern memiliki ciri-ciri antara lain:
  1. memiliki volume otak ± 1400 – 1500 cm3;
  2. memiliki tinggi badan ± 1,6 m;
  3. memiliki peradaban yang maju;
  4. mempunyai peralatan yang lebih baik;
  5. suka berburu;
  6. sudah terdapat hubungan sosial dan upacara ritual;
  7. diperkirakan hidup sekitar 100.000 – 40.000 tahun yang lalu.

Dari ciri-ciri tersebut, Anda dapat melihat suatu perkembangan terjadi menuju bentuk manusia yang lebih baik. Dari penjelasan mengenai berbagai sejarah evolusi manusia tersebut, Anda akan memiliki gambaran tentang perkembangan dari generasi ke generasi sehingga membentuk manusia yang lebih sempurna seperti sekarang.




 http://www.faktailmiah.com


Referensi :
-       http://budisma.web.id/materi/sma/biologi-kelas-xii/sejarah-evolusi-manusia/

Minggu, 21 April 2013

DAMPAK PERKEMBANGAN IPTEK TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA


Peran IPTEK Dalam Kehidupan Sosial Manusia Serta Dampak Negatif dan Positif Terhadap Kehidupan Manusia


Manusia merupakan makhluk sosial. Artinya adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan manusia lain. Kegiatan interaksi antar individu ataupun individu dengan kelompok selalu mempengaruhi keadaan sosial di sekitarnya. Interaksi tersebut menghasilkan adanya tukar menukar informasi antar pihak-pihak yang bersangkutan.

Kehidupan manusia sangat erat kaitannya dengan kegiatan komunikasi baik audio maupun visual. Melalui komunikasi, manusia membangun hidup mereka dengan adanya hal-hal baru untuk membantu cara hidup manusia. Hal-hal baru yang dimaksud merupakan inovasi di bidang teknologi. Teknologi yang digunakan manusia untuk membantu kehidupan mereka secara tidak langsung juga mempengaruhi keadaan sosial dimana mereka berada. Teknologi merupakan proses yang meningkatkan nilai tambah, dimana produk atau hal yang dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja manusia.

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, baik anak kecil, orang dewasa hingga manula. Sebagian mereka membutuhkan teknologi untuk memudahkan aktivitasnya sehari-hari, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh berbagai inovasi yang telah dihasilkan. Namun tidak semuanya menggunakan itu untuk hal-hal positif, disisi lain juga banyak yang menggunakannya untuk hal negatif.

Seiring berkembangnya zaman teknologi telah membuat hidup manusia lebih nyaman, arus informasi lebih cepat di jangkau. Berbagai hiburan dapat tersaji kapanpun dan dimanapun kita mau, kita tinggal memilihnya seperti televisi, ipod, internet atau yang sedang marak-maraknya saat ini seperti smartphone dengan berbagai aplikasi-aplikasi unggulannya atau kita bisa menjangkaunya melalui  media elektronik lainnya.

Zaman sekarang, pada umumnya anak muda sudah mempunyai handphone seperti BB tidak dipungkiri lagi setiap anak muda pasti memilihi salah satu smartphone tersebut. Hal ini terlihat dari anak SD, SMP, SMA sampai Mahasiswa yang selalu membawa handphone ketika berpergian keluar rumah, seperti sekolah, hang out, belajar dan lain-lain. Padahal dulu pda awal tahun 2000 masih jarang yang memiliki benda serba bisa tersebut. Sejak saat itu penggunaan handphone mulai merebak namun efeknya sungguh sangat luar biasa baik positif maupun negatif seolah-olah mudah sekali merebak seperti jamur.

Sekarang ini anak-anak SD mulai dipegangi hp oleh orang tua masing-masing padahal mereka tidak tahu apakah hp tersebut lebih membawa manfaat ataukah justru lebih banyak efek negatif terhadap perkembangan dirinya. Beberapa dari mereka banyak yang lebih mengalami dampak negatifnya, seperti interaksi teman satu sama lain berkurang, perhatian mereka dengan lingkungan sekitar juga berkurang karena handphone secara tidak langsung telah merenggangkan hubungan sosial mereka baik dengan orang tua, teman maupun lingkungan sehingga kebanyakan dari mereka mempunyai dunianya sendiri di dalam handphone tersebut.

Perkembangan teknologi juga membawa pengaruh yang sangat besar dalam adat istiadat, kebiasaan dan kehidupan bermasyarakat. Misalnya, pekembangan teknologi yang sangat pesat ini ternyata mengubah pola interaksi dan komunikasi dalam masyarakat Indonesia yang telah membudaya sebelumnya. Dulu, masyarakat Indonesia dikenal dengan budaya “makan ngga makan asal ngumpul”, slogan tersebut begitu tertanam dalam kehidupan kita, namun perkembangak teknologi berhasil “membelokkan” itu. Dengan teknologi komunikasi masyarakat tidak perlu lagi “ngumpul” untuk sekedar ngobrol atau bertukar pikiran, mereka tetap bisa melakukannya dalam jarak sejauh apapun karena sekarang tersedia berbagai macam aplikasi serta situs-situs chat untuk berkomunikasi secara langsung atau tidak langsung. Misalnya, dari handphone dengan berbasis android tersedia aplikasi untuk mengobrol seperti WeChat, KakaoTalk, Line, Whatsapp, Messenger, GoogleTalk dan lain-lain, dari pc berbasis internet tersedia aplikasi seperti Skype, Facebook, Twitter, LinkId dan masih tersedia ribuan situs lainnya yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan manusia seperti mengobrol, mencari teman, mencari jodoh, mencari relasi, berjualan. Sebenarnya situs-situs tersebut hanya perlu kita miliki salah satu saja tapi karena diri kita selalu dikejar-kejar yang namanya perkembangan zaman jadi mau tidak mau manusia membuat aplikasi-aplikasi tersebut demi sebuah “eksistensi”.


Dampak yang sangat terlihat akibat kemajuan teknologi yang bisa kita lihat adalah:

1. Sekarang semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis, banyak perubahan perilaku antara wanita dan pria. Banyak wanita sekarang yang menjadi anggota parlemen, gubernur, menteri dan jabatan penting lainnya.

2. Kemerosotan moral di kalangan remaja dan pelajar karena sudah “terkontaminasi” oleh kenikmatan teknologi yang disalahgunakan oleh mereka untuk pemenuhan berbagai keinginan material, sehingga banyak yang menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.

3. Kenakalan dan tindakan menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat, banyak dari mereka yang kurang terdidik tingkah lakunya dengan melakukan berbagai aksi seperti, perkelahian, corat-coret, menonton video porno, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.

4. Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer dirumah dengan fasilitas internet membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program-program internet yang tersedia membuat orang asik dengan kehidupannya sendiri bahkan menghabisi sepanjang harinya didepan komputer ada yang asik chatting, eksis di dunia maya dan lain-lain.


Komentar kita sebagai seorang psikolog menanggapi permasalah diatas adalah:

Perkembangan teknologi ini tidak diikuti dengan aturan atau batasan yang jelas dan tegas. Media-media komunikasi ini seringkali dimanfaatkan untuk hal-hal yang merugikan masyarakat, misalnya menampilkan unsur-unsur pornografi dan kekerasan yang berlebihan pada masyarakat. Di televisi misalnya, masih sering sinetron atau film remaja yang menampilkan adegan-adegan sara seperti pornografi, kekerasan yang tidak sepatutnya ditonton oleh anak-anak. Begitupun dengan media online, masyarakat (termasuk anak-anak) dapat dengan mudah mengakses gambar-gambar porno dan asusila di internet secara bebas. Masyarakat Indonesia masih kurang kritis dan hati-hati dalam memilah acara yang pantas ditonton atau tidak. Kesadaran diri dan aturan dari masyakarat masih tergolong rendah. Para orang tua, misalnya, masih kurang mengawasi anak-anaknya dalam mengakses internet atau menonton televisi. Seharusnya orang tua lah yang sigap dalam menentukan apa yang pantas dan tidak pantas dikonsumsi oleh anaknya. Jangan sampai orang tua membirkan anak-anaknya menonton tayangan dewasa dan acara-acara yang mengandung unsur kekerasan dan asusila, karena hal ini dapat berdampak buruk terhadap pertumbuhan otak, sipak dan psikologis anak nantinya.